Anak-anak ๐ŸŒฟ

Dunia anak sungguh berbeda dengan dunia remajaย  dan dewasa. Cara berpikir seorang anak berbeda dengan seorang remaja dan dewasa. Setiap orang yang saat ini remaja dan dewasa pasti melewatinya.


Anak-anak, misalnya, seringkali bertengkar dengan sesamanya. Karena hal-hal sepele. Tapi setelah bertengkar keras ala mereka, esoknya, mereka bisa kembali sangat dekat dengan lawannya. ๐Ÿช
Anak-anak, misalnya, seringkali sangat ingin sesuatu. Ia menangis saking ingin memilikinya. Tapi, alihkan saja perhatiannya, ia akan melupakan apa yang diinginkannya di awal itu. Ia tidak menangis lagi.๐Ÿ‚
Anak-anak, seperti tidak punya beban pikiran. Ia hidup, bertumbuh, dan melakukan apa yang diinginkannya. ๐ŸŒพ



Hal-hal sederhana bisa membuat mereka bahagia. Tertawa sendiri, mereka sudah biasa. Berikan saja mereka sesuatu yang sederhana, dan mereka sukai, mereka pasti sangat bahagia. Apalagi jika diberikan oleh orang yang sangat disayanginya.

Anak-anak, berani mencoba hal baru yang tidak pernah dilakukannya. Masalah resiko, itu urusan belakang.
Tidak ada waktu yang tersia-sia selain untuk bermain, melakukan apa yang diinginkannya dan mencoba hal baru yang belum pernah dilakukannya.
Orang dewasa, hanya bisa menebak-nebak apa yang sebenarnya diinginkannya. ๐ŸŒฟ


Pemilik studi Ghibli, Hayao Miyazaki, salah satu studio animasi terbaik di Jepang, tidak pernah merencanakan dengan pasti bagaimana jalan cerita film yang dibuatnya. Ia menulisnya begitu saja. Namun karya-karyanya selalu menjadi yang terbaik. Ketika ditanya, mengapa ia tidak pernah membuat dulu alur cerita animasi yang dibuatnya? Ia menjawab:

โ€œKids understand, they donโ€™t operate in logicโ€ https://t.co/cL3nK43CFi

“Anak-anak mengerti. Mereka tidak berpikir dengan logika (umum)”

“All my films are all my children.”

Mereka bebas, merdeka, dan mudah bahagia.

Kurang lebih, itu intinya.

Salam, ๐Ÿ˜ƒ๐ŸŒธ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *