Sampah Dedaunan yang Berserakan

🍂🍃🍁

Dedaunan merupakan bagian dari pohon yang mampu melakukan fotosintesis sehingga pohon dapat memenuhi kebutuhan energinya. Energi tersebut digunakan untuk proses kehidupan pohon. Umumnya, daun yang masih mampu melakukan fotosintesis terlihat berwarna hijau, namun ada juga yang warna lainnya. Setelah menjadi tua, dedaunan tersebut berubah warna menjadi coklat, lalu menjadi coklat, lalu kering. Dengan bantuan angin dll, tangkai daun lalu berpisah dengan rantingnya. Mereka mungkin akan saling merindukan. Kemudian dedaunan itu pun jatuh ke tanah ditarik kekuatan tidak terlihat yang diberi istilah gravitasi.

Sudah. Sudah cukup untuk istilah-istilah serius dan agak membingungkan. Hhee

Nah, dedaunan yang jatuh ke tanah lalu menjadi sampah berserakan. Tapi, itu hanya istilah saja. Tergantung tempatnya juga. Di tempat yang bersih dan rapi, daun-daun itu tetap saja terlihat cantik. Kalau di sini, daun-daunnya tidak indah. Jadi jika jatuh berserakan, segeralah disapu hingga bersih, lalu dibakar. Oh iya, pernah, dulu, penulis diajarkan bahwa jika kita menyapu satu daun saja, maka akan diciptakan satu malaikat l kebaikan untuknya atau satu bidadari. Hhee. Semoga bisa jadi motivasi. Kalau di sana, daun-daunnya sengaja dibiarkan berserakan. Masih terlihat cantik. Malah sangat disenangi. Jadi dibiarkan saja. Nanti kalau menumpuk baru dibersihkan. Daun yang bagus bentuknya itu daun momiji. Pas di pohon, ia juga punya banyak warna. Tapi ingat, ia tetap penuh manfaat di manapun berada.

Dekat Asrama Ichinoya, Kampus Tsukuba

Peran penting daun ternyata selalu ada, di tahap apapun ia. Ketika masih menyatu dengan tangkai, ia berperan menghasilkan energi bagi pohon atau menjadi makanan ulat sebelum jadi kupu-kupu. Ketika sudah kering lalu terjatuh, ia bisa mengurangi penguapan tanah yang ditutupinya. Jadi tetap lembab. Ketika melapuk, ia menjadi makanan bagi makhluk-makhluk kecil di tanah. Sumber kehidupan bagi makhluk-makhluk tersebut.


🍂🍃🍁

Paling tidak, kita berniat dan berusaha seperti daun. Meskipun jarang diperhatikan orang-orang, ia bekerja dalam diam. Meski sudah jatuh ke tanah pun, ia masih bisa bermanfaat. Yahh, tidak apa-apa jika yang kita lakukan ialah hal-hal kecil saja. Yang penting, baik, itu sudah cukup.

Salam,

Ada di Saat Ini

Dalam bahasa yang cukup terkenal, ada di saat ini dikenal dengan Being Present. Kata kata ini terkenal karena kita yang saat ini banyak terkacaukan oleh banyaknya informasi. Tubuh dan pikiran kita tidak berada di tempat yang sama. Lalu kita sendiri, tidak menikmati keadaan sekitar kita saat ini. Terlebih lagi di era banjir informasi saat ini. Otak kita tidak tahu akan fokus ke mana. Semua hal terasa bisa dilakukan dan terasa penting untuk dilakukan saat ini.

Di dalam prinsip yang dipegang oleh Bangsa Jepang, ada istilah yang terkenal yaitu Ikigai (lihat juga: https://mengejakata.home.blog/2020/07/17/ikigai-ichi/). Salah satu prinsip dalam ikigai tersebut adalah hadir di saat ini. Hal ini sangat penting karena kita hidup di tempat dan waktu ini, bukan di yang akan datang maupun lampau dan di tempat lain. Saat ini memengaruhi masa depan. Jadi, hidup di saat ini dan hadir di saat ini akan memengaruhi masa depan kita. Jangan tanya tentang masa lalu, kita tidak akan pernah hidup di sana dan tidak bisa dirubah juga.

🌸🌺🍁

Prinsip ikigai ini lalu menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat Jepang yang kita kenal saat ini. Mereka memperhatikan hal-hal yang sangat kecil di sekitar mereka. Toko-toko makanan khas di sana diturunkan turun temurun selama beberapa generasi sehingga mereka memang ahlinya makanan tersebut. Lingkungan mereka selalu bersih karena dijaga sebaik mungkin untuk selalu bersih, ketika mengawali hari dan mengakhiri hari. Sebelum mereka menyantap makanan, mereka mengucapkan Ittadakimasu. Sebenarnya, itu merupakan ajaran Shinto untuk berterima kasih dan mengingat dan menghargai apa pun maupun siapa pun yang berperan sehingga makanan tersebut sampai di meja makan. Jadi, artinya tidak hanya sesederhana Selamat Makan.

Baru-baru ini, penulis juga menonton tayangan youtube di channal GreatMind yang membahas tentang Stoicism. Salah satu prinsipnya juga adalah kita hendaknya hari ada di saat ini.

🍂🍁🍀

Semoga kita bisa, karena ini salah satu cara bersyukur dan cara untuk selalu mengingatNya.

Salam,

Dunia Itu Penting

🍀☘🌸

Ketika berpikir atau memikirkan tentang dunia, ada banyak dunia yang dekat dengan diri kita. Masing-masing kita punya dunia sendiri. Tapi, secara umum, yang terpikir tentang dunia adalah dunia yang kita hidup saat ini dan alam di kemudian hari nanti, bagi yang percaya.

Sering kali, kita membagi dan membedakan dunia fisik saat ini dengan alam di kemudian hari nanti. Seolah-olah, ada yang lebih penting dibandingkan lainnya. Iya, memang ada yang lebih penting. Tapi, menurut saya, keduanya adalah hal yang sama pentingnya. Sama penting untuk diperjuangkan dengan sekuat tenaga. Yang penting, kita tahu letak pentingnya masing-masing.

Dunia itu penting, sebagai sarana untuk berbuat kebaikan dan sarana yang membuat kita dan IA saling mencintai. Meskipun, IA sebenarnya sudah dan akan selalu mencintai hamba-hambanya. Kita butuh dunia ini untuk beramal, agar kelak, amal kita bisa dibawa ke alam selanjutnya. Kita butuh dunia ini untuk berbuat, berbuat apa yang disenangiNya dan memupuk cinta padaNya karena di alam selanjutnya, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita juga butuh dunia ini untuk mengenal kekasih-kekasihnya, terutama kekasih terbaikNya. Agar kelak, kita bertemu beliau, sang makhluk teristimewa. Tanpa dunia, kita tidak tahu akan hidup di mana, akan menyembahNya di mana.

Alam selanjutnya itu penting, sebagai tujuan hidup dan sebagai tempat berbagi kasih sayang denganNya yang Maha dan dengan kekasihNya yang agung.

Jadi, jangan sampai menganggap hina dunia ini. Karena, di sinilah jalan menuju kepadaNya.

Salam,

❄🍁🍀

Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Model pembelajaran adalah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu para siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Pengajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan dalam Trianto, 2010: 92).

Menurut Tan (dalam Rusman, 2011: 229) bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah inovasi dalam suatu pembelajaran karena dalam kemampuan berpikir seorang peserta didik betul-betul dioptimalkan melalui proses kerja kelompok atau golongan yang sistematis, sehingga peserta didik dapat memberdayakan, menguji, mengasah dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Aktivitas pembelajaran harus mampu memahami model – model pembelajaran dengan baik agar pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.

Sekolah merupakan salah satu institusi penyelenggara pendidikan yang memiliki tanggung jawab untuk membentuk peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Dalam hal ini, proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang berperan penting untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di zamannya.

###

Ditulis oleh:

Rohani, Mahasiswa UNIQHBA.

#Selamat Hari Raya Idulfitri 1442H

Hidup itu berkali-kali, bukan hanya satu kali. Jadi, manfaatkan untuk berbuat lebih banyak” Kata seorang Melanie Subono.

🍀🌸☘

Menjadi fitri adalah salah satu tujuan sekaligus harapan setiap orang, terutama di hari raya ini. Setiap tahun, yang lalu maupun yang akan datang nanti. Apakah kita bisa menjadi fitri? Ini urusan lain. Yang jelas, kita hendaknya selalu berusaha. Kapan kita akan berhasil? Ini bukan masalah. Yang terpenting kita harus terus berusaha dengan baik. Saling ikhlas memaafkan dan saling ikhlas meminta maaf.

Kesalahan kita terhadap Yang Maha Pengampun, jika dilihat dari sisi lainnya, akan lebih mudah bagi kita dibandingkan kesalahan terhadap makhluk lainnya. IA Maha Pengampun, lebih enak berurusan dengan-Nya yang Maha Baik. Sedangkan terhadap makhluk-Nya, kita belum tentu dimaafkan. Jadi, jaga diri kita masing-masing dengan baik ketika berperilaku dan bergaul dengan sesama.

🍀🌸☘

Akhirnya, walaupun kita setiap tahun meminta dimaafkan, janganlah pernah bosan mendengarkannya dan janganlah letih meminta maaf.

Apalagi, jangan letih menebar kebaikan di hari baik ini.

Mohon maaf lahir dan batin. Selamat berbahagia di hari bahagia ini.

Salam,

Analisis Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Berbasis Inkuiri

Pembelajaran learning cycle 5E berbasis inkuiri merupakan pembelajaran menggunakan tahap   berdasarkan pada aktivitas inkuiri. Dalam  pelaksanaannya, ada beberapa tahap yang digunakan pada penelitian ini, tahap engage, tahap exsplore, tahap explain, tahap elaborate/extend, dan tahap evaluate.    

Pada tahap engage ini, siswa diajak untuk menemukan permasalahan – permasalahan dan diberi motivasi untuk membangkitkan kemampuan berfikir mereka agar siswa mampu untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru mereka.

Pada tahap explore, siswa harus melakukan eksperimen dengan langkah-langkah yang dituju pada pemahaman dan konsep yang diharapkan pelaksanaan pada tahap ini dilakukan dengan bantuan alat perga atu media tumbuhan dan LKS (lembar kegiatan siswa). Media yang digunakan pada penelitian ini adalah tumbuhan. Guru akan memberikan kesempatan pada siswa, siswi  untuk  menyelesaikan permasalahan yang telah diberikan tersebut

Tahap explain, siswa harus mengkomunikasikan  hasil eksplorasi  dengan bahasa mereka sendiri, kemudian, guru menanyakan hal-hal yang terkait dengan hasil eksplorasi  siswa dan menjelaskannya di depan kelas secara bergiliran dan akan diberikan kesempatan lagi  apabila ada yang masih belum dimengerti oleh para siswa .

Tahap elaborate/extend,  siswa  harus mengerjakan  soal latihan yang ada di LKS. Siswa dituntut agar  mengembangkan hasil yang diperoleh pada tahap explor untuk digunakan   dalam memecahkan  suatu permasalahan secarara berkelompok dan menyelsaikan permasalahan yang ada agar guru tau sampai dimana kemampuan siswa memecahkan masalah yang diberikan .

Dan yang terahir, tahap evaluate, siswa diberi soal atau kuis yang harus diselesaikan secara individual, soal yang telah diberikan tersebut digunakan untuk mengetahui  sejauh mana siswa –siswi memahami materi yang di ajarkan dan selanjutnya mereka tetntunya akan diberikan soal uraian yang harus mereka kerjakan

Ditulis oleh:

Ema Septiana, Mahasiswa UNIQHBA

Model-model Pembelajaran

Definisi Model Pembelajaran

Istilah model seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti model celana, model rumah, model baju, dan lain-lain. Dalam fisika anda juga mengenal model atom Thomson, model atom Rutherford, dan model atom Bohr yang semuanya adalah bertujuan untuk memvisualisasikan benda peristiwa yang bersifat mikroskopis maupun bersifat makroskopis. Model juga seringkali dikenal dengan istilah pola. Model atau pola biasanya digunakan sebagai acuan atau pedoman untuk membuat, merancang, atau melaksanakan sesuatu kegiatan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Model dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) adalah sebagai pola dari sesuatu yang akan dihasilkan atau dibuat. Secara lengkap, model dimaknai sebagai suatu objek atau konsep yang digunakan untuk merepresentasikan sesuatu hal yang nyata dan di konversi menjadi sebuah bentuk yang lebih komprehensif (Meyer, 1985). Jadi Model Pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual yang menggambarkan sebuah prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan suatu pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu , dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar .

Pembelajaran menurut Corey (Sagala, 2010 : 61) merupakan “Suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ikut andil dalam sebuah proses bertingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu dan pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan

Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar proses untuk satuan Pendidikan dasar dan menengah , diuraikan bahwa :

“ Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan Guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sebuah proses dalam pembelajaran sangat penting untuk direncanakan , dilaksanakan, dinilai dan diawasi.

Model pembelajaran menurut Trianto ( 2010 : 51 ) , menyebutkan bahawa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial.

Model Pembelajaran Langsung

Pembelajaran langsung dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang di mana seorang pendidik mentransformasikan / mentransfer sebuah informasi atau keterampilan secara langsung kepada peserta didik , pembelajaran berorientasi pada tujuan dan distrukturkan oleh pendidik (Depdiknas, 2010 : 24 ). Pendidik atau guru berperan sebagai penyampai informasi , dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya Film, tape recorder, gambar , peragaan dan sebagainya. Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif , (pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) .

Model pembelajaran Berbasis masalah

Istilah pembelajaran Berbasis masalah diambil dari bahasa inggris yaitu Problem Based Instruction (PBI). Model pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey. Saat ini model pembelajaran mulai diangkat sebab ditinjau secara umum Pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada peserta didik dalam hal ini masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inquiri (Trianto, 2010 : 91).

DAFTAR PUSTAKA

Anam, khairul. 2016 . Pembelajaran berbasis inquiri metode dan aplikasi. Yogyakarta.Pustaka pelajar.

Retno Lukitasari , Dian. 2013 “ Upaya meningkatkan Kemampuan Berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Berbantuan Film Sebagai Sumber Belajar Pada Pokok Bahasan Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet Kelas X PM SMK N 1 Batang “ . Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Ridwan. 2010 . “Dasar-Dasar Statistic .” Bandung : Alfabeta.

Sapriya. 2011 . Pendidikan IPS . Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Samatowa , Usman. 2010. Pembelajaran IPA di sekolah dasar Jakarta : indeks.

Santrock , John W. 2011. “ Psikologi pendidikan , Edisi Kedua “ Jakarta : Kencana.

Suastra dan I Wayan, 2009 “ Pembelajaran Sains Terkini Mendekatkan Siswa dengan Lingkungan Alamiah dan Sosial Budayanya.” Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.

Suastra dan Wayan , I . 2009 . “ Pembelajaran Sains Terkini Mendekatkan Siswa dengan Lingkungan Alamiah dan Sosial Budayanya.”Universitas Pendidikan Ganesha.

Subagyono , Anas , 1997. “ Statistic Pendidikan “ . Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Ditulis oleh:

Khairul Fadilah (8820120017), Mahasiswa UNIQHBA

Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)

1. Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)

Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan-penemuannya dengan penuh percaya diri. Inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta, melainkan hasil dari menemukan sendiri.

2. Beberapa Ciri Pembelajaran Inkuiri

  • Pertama, pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan
  • Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencri dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan untuk dapat menumbuhkan sikap percaya diri.
  • Ketiga, tujuan dari pembelajaran inkuiri yaitu mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.

3. Kelebihan Model Pembelajaran Inkuiri

  • Pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui pembelajaran ini dianggap jauh lebih bermakna.
  • Pembelajaran ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya mereka.
  • Pembelajaran ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  • Keuntungan lain yaitu dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di ata rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

4. Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri

  • Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa
  • Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  • Kadang-kadang pengimplementasiannya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering kali guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan
  • Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka startegi ini tampaknya akan slit di implementasikan.

5. Langkah-Langkah Model Pemebelajarn Inkuiri

  • Merumuskan masalah
  • Mengamati atau melakukan observasi
  • Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya
  • Mengkomunikasikan atau mnyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, audiens yang lainnya

Demikian artikel singkat tentang pengertian dan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri (Inquiry Learning). Semoga dapat menjadi referensi dan bermanfaat.


###

Ditulis oleh:

M. Fahrurrozi (8820120028), Mahasiswa UNIQHBA

Model Pembelajaran Konvensional dan PAIKEM

            Proses belajar mengajar konvensional umumnya berlansung satu arah yang merupakan pengelihatan pengetahuaan, informasi, norma, nilai dan lain-lainnya dari seorang pengajar ke siswa. Proses semacam ini di bangun dengan asumsi bahwa peserta didik ibarat botol kosong atau kertas putih. Guru atau pengajarlah yang harus mengisi botol tersebut atau menulis menulis apapun di kertas putih tersebut. Sistem seperti ini disebut banking concept. Proses belajar mengajar dengan sistem ini dibangun oleh seperangkat asumsi berikut :

Pengajar/ Guru/ DosenPeserta Didik
Pinter, serba tauBodoh, serba tidak tau
MengajarDiajar
BertanyaMenjawab
MemerintahMelakukan segala perintah

             Agara tujuan pebelajaran dapat tercapai secara optimal, guru harus dapat melibatkan dan memanfaatkan sebanyak mungkin potensi belajar yang ada dalam diri siswa yang disebut gaya SAVI (Somatik, Auditory, Visual, Intellectua). Pembelajaran gaya SAVI yaitu pembelajaran yang melibatkan aktifitas/gerakan fisik, pendengaran, pengelihatan, dan potensi berfikir.

            Pembelajaran dengan gaya SAVI ini dikenal dengan istilah ACCELERATED LEARNING ( Belajar Cepat). Ada beberapa prinsif dalam pembelajaran ini:

  1. Harus melibatkan fikiran dan tubuh
  2. Belajar adalah proses menciptakan pengetahuaan bukan mengonsumsi pengetahuaan yang telah di ciptakan. Karna itu pengetahuaan bukanlah suatu yang harus tetapi suatu yang harus di ciptakan oleh pelajar.
  3. Kerja sama antara siswa dalam peroses pembelajaran akan mempercepat peroses pencapain pengetahuaan dan menanamkan kesan yang mendalam pada siswa.
  4. Menerapkan empat pilar pembelajaran yaitu : learning to do, learning to know, learning to be, learning to live together.
  5. Emosi positif,  ini sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa, perasaan seseorang sangat menentukan kuntitas dan kualitas hasil belajarannya.

Hampir sama dengan accelerated learning, ada beberapa perinsip yang dianut dalam pembelajaran aktif :

  1. Belajar siswa aktif. Yang diharapkan aktif dalam peroses pembelajaran adalah siswa bukan guru, siswalah yang diharapkan secara aktif menemukan pengetahuaan dengan cara mengalami, menghayati, merasakan dan meyakini secara langsung materi pembelajaran.
  2. Belajar koperatif dan kolaboratif. Artinya pembelajarn bebasis kerjasama
  3. Parsipatorik. Siswa belajar dengan cara melakoni sehingga dengan cara ini terjadi proses pembentukan sikap, karakter dan pembiasaan.

            Lebih jelasnya, antara pendekatan pembelajaran kovensional dan pendekatan pembelajarn Aktive Learning dapat ditarik beberapa perbedaan, yaitu:

Pembelajaran KonvensionalPAIKEM
Berpusat pada guruBerpusan pada anak didik
Menekankan pada pusat penerimaaan pegetahuaanPenekanan pada penemuan pengetahuaan
Kurang menyenangakanSangat menyennagkan
Kurang meberdayakan semua indra dan potensi ananak didikMemberdayaakn pada semua indra dan potensi anak didik
Menggunakan metode yang monotonMenggunakan variasi metode
Penggunaan media yang terbatasMenggunakan multi media
Kurang menyesuaikan dengan konteksMenyesuaiakn dengan konteks

###

Ditulis oleh:

Ahmad Fatoni (8820120002), Mahasiswa UNIQHBA

Menikah di Bawah Umur

Menikah di bawah umur adalah suatu permasalahan yang harus bena-benar kita perhatikan imbasnya. Hal ini tidak hanya merugikan diri sendiri ataupun keluarga saja, namun berimbas juga kepada negara. Menikah di bawah umur merupakan suatu hal yang tidak baik bagi kesehatan, terlebih bagi seorang perempuan, karena menikah di bawah umur akan mengakibatkan keseimbangan kesehatan yang akan terganggu. Salah satu buktinya adalah operasi sesar bagi wanita yang belum siap menampung janin di dalam rahimnya.

Selain dari sisi kesehatan, hal-hal yang memang menjadi sebuah perbincangan hangat dalam kehidupan masyarakat adalah banyaknya pemuda dan pemudi yang memiliki hubungan tidak harmonis ketika berumah tangga. Acap kali mereka bertengkar karena permasalahan-permasalahan yang sepele. Bahkan banyak di antara mereka yg menikah di bawah umur tidak bisa menjadi keluarga yang semesti mereka jalankan, mereka sering kali bertengkar sehingga mereka tidak sadar dengan apa yang semestinya dilakukan keluarga dalam suatu rumah tangga. Hal ini terjadi karena mereka membangun sebuah rumah tangga dengan kesiapan yang belum matang, banyak diantara mereka yang bercerai hingga harus kembali menjadi beban keluarga.

Selain hal itu, menikah di bawah umur juga berimbas kepada negara. Mereka yang belum mempunyai kesiapan membangun rumah tangga tidak mempunyai pekerjaan. Angka pengguran menjadi meningkat dan data rakyat miskin menjadi semakin bertambah. Dari persoalan tersebut mereka banyak yang disejahterakan oleh negara. Tentu saja, itu juga suatu hal yang sangat jelas menghabiskan uang negara. Berapa persen anggaran negara harus keluar untuk mereka yang menjadi rakyat miskin dan menjadi beban negara.

Harapan kedepanya, semoga pendidikan menjadi suatu hal yang diprioritaskan bagi pemuda. Semoga orang tua akan selalu tegas dengan persoaalan yang demikian. Harapan selanjutnya, semoga pemerintah daerah berperan tegas dalam hal tersebut agar kehidupan bermasyarakat menjadi harmonis, pengangguran akan berkurang, angka kemiskinan menurun dan semoga pendidikan selalu menjadi prioritas.

###

Ditulis oleh:

Fadlil Azim (8820120013), Mahasiswa UNIQHBA