Model-model Pembelajaran

Definisi Model Pembelajaran

Istilah model seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti model celana, model rumah, model baju, dan lain-lain. Dalam fisika anda juga mengenal model atom Thomson, model atom Rutherford, dan model atom Bohr yang semuanya adalah bertujuan untuk memvisualisasikan benda peristiwa yang bersifat mikroskopis maupun bersifat makroskopis. Model juga seringkali dikenal dengan istilah pola. Model atau pola biasanya digunakan sebagai acuan atau pedoman untuk membuat, merancang, atau melaksanakan sesuatu kegiatan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Model dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) adalah sebagai pola dari sesuatu yang akan dihasilkan atau dibuat. Secara lengkap, model dimaknai sebagai suatu objek atau konsep yang digunakan untuk merepresentasikan sesuatu hal yang nyata dan di konversi menjadi sebuah bentuk yang lebih komprehensif (Meyer, 1985). Jadi Model Pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual yang menggambarkan sebuah prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan suatu pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu , dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar .

Pembelajaran menurut Corey (Sagala, 2010 : 61) merupakan “Suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ikut andil dalam sebuah proses bertingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu dan pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan

Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar proses untuk satuan Pendidikan dasar dan menengah , diuraikan bahwa :

“ Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan Guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Sebuah proses dalam pembelajaran sangat penting untuk direncanakan , dilaksanakan, dinilai dan diawasi.

Model pembelajaran menurut Trianto ( 2010 : 51 ) , menyebutkan bahawa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial.

Model Pembelajaran Langsung

Pembelajaran langsung dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang di mana seorang pendidik mentransformasikan / mentransfer sebuah informasi atau keterampilan secara langsung kepada peserta didik , pembelajaran berorientasi pada tujuan dan distrukturkan oleh pendidik (Depdiknas, 2010 : 24 ). Pendidik atau guru berperan sebagai penyampai informasi , dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai, misalnya Film, tape recorder, gambar , peragaan dan sebagainya. Informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan sesuatu) atau pengetahuan deklaratif , (pengetahuan tentang sesuatu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi) .

Model pembelajaran Berbasis masalah

Istilah pembelajaran Berbasis masalah diambil dari bahasa inggris yaitu Problem Based Instruction (PBI). Model pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey. Saat ini model pembelajaran mulai diangkat sebab ditinjau secara umum Pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada peserta didik dalam hal ini masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inquiri (Trianto, 2010 : 91).

DAFTAR PUSTAKA

Anam, khairul. 2016 . Pembelajaran berbasis inquiri metode dan aplikasi. Yogyakarta.Pustaka pelajar.

Retno Lukitasari , Dian. 2013 “ Upaya meningkatkan Kemampuan Berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Berbantuan Film Sebagai Sumber Belajar Pada Pokok Bahasan Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet Kelas X PM SMK N 1 Batang “ . Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Ridwan. 2010 . “Dasar-Dasar Statistic .” Bandung : Alfabeta.

Sapriya. 2011 . Pendidikan IPS . Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Samatowa , Usman. 2010. Pembelajaran IPA di sekolah dasar Jakarta : indeks.

Santrock , John W. 2011. “ Psikologi pendidikan , Edisi Kedua “ Jakarta : Kencana.

Suastra dan I Wayan, 2009 “ Pembelajaran Sains Terkini Mendekatkan Siswa dengan Lingkungan Alamiah dan Sosial Budayanya.” Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.

Suastra dan Wayan , I . 2009 . “ Pembelajaran Sains Terkini Mendekatkan Siswa dengan Lingkungan Alamiah dan Sosial Budayanya.”Universitas Pendidikan Ganesha.

Subagyono , Anas , 1997. “ Statistic Pendidikan “ . Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Ditulis oleh:

Khairul Fadilah (8820120017), Mahasiswa UNIQHBA

Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)

1. Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning)

Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan-penemuannya dengan penuh percaya diri. Inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta, melainkan hasil dari menemukan sendiri.

2. Beberapa Ciri Pembelajaran Inkuiri

  • Pertama, pembelajaran inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan
  • Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencri dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan untuk dapat menumbuhkan sikap percaya diri.
  • Ketiga, tujuan dari pembelajaran inkuiri yaitu mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.

3. Kelebihan Model Pembelajaran Inkuiri

  • Pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui pembelajaran ini dianggap jauh lebih bermakna.
  • Pembelajaran ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya mereka.
  • Pembelajaran ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  • Keuntungan lain yaitu dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di ata rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

4. Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri

  • Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa
  • Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  • Kadang-kadang pengimplementasiannya memerlukan waktu yang panjang sehingga sering kali guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan
  • Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka startegi ini tampaknya akan slit di implementasikan.

5. Langkah-Langkah Model Pemebelajarn Inkuiri

  • Merumuskan masalah
  • Mengamati atau melakukan observasi
  • Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dan karya lainnya
  • Mengkomunikasikan atau mnyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, audiens yang lainnya

Demikian artikel singkat tentang pengertian dan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri (Inquiry Learning). Semoga dapat menjadi referensi dan bermanfaat.


###

Ditulis oleh:

M. Fahrurrozi (8820120028), Mahasiswa UNIQHBA

Model Pembelajaran Konvensional dan PAIKEM

            Proses belajar mengajar konvensional umumnya berlansung satu arah yang merupakan pengelihatan pengetahuaan, informasi, norma, nilai dan lain-lainnya dari seorang pengajar ke siswa. Proses semacam ini di bangun dengan asumsi bahwa peserta didik ibarat botol kosong atau kertas putih. Guru atau pengajarlah yang harus mengisi botol tersebut atau menulis menulis apapun di kertas putih tersebut. Sistem seperti ini disebut banking concept. Proses belajar mengajar dengan sistem ini dibangun oleh seperangkat asumsi berikut :

Pengajar/ Guru/ DosenPeserta Didik
Pinter, serba tauBodoh, serba tidak tau
MengajarDiajar
BertanyaMenjawab
MemerintahMelakukan segala perintah

             Agara tujuan pebelajaran dapat tercapai secara optimal, guru harus dapat melibatkan dan memanfaatkan sebanyak mungkin potensi belajar yang ada dalam diri siswa yang disebut gaya SAVI (Somatik, Auditory, Visual, Intellectua). Pembelajaran gaya SAVI yaitu pembelajaran yang melibatkan aktifitas/gerakan fisik, pendengaran, pengelihatan, dan potensi berfikir.

            Pembelajaran dengan gaya SAVI ini dikenal dengan istilah ACCELERATED LEARNING ( Belajar Cepat). Ada beberapa prinsif dalam pembelajaran ini:

  1. Harus melibatkan fikiran dan tubuh
  2. Belajar adalah proses menciptakan pengetahuaan bukan mengonsumsi pengetahuaan yang telah di ciptakan. Karna itu pengetahuaan bukanlah suatu yang harus tetapi suatu yang harus di ciptakan oleh pelajar.
  3. Kerja sama antara siswa dalam peroses pembelajaran akan mempercepat peroses pencapain pengetahuaan dan menanamkan kesan yang mendalam pada siswa.
  4. Menerapkan empat pilar pembelajaran yaitu : learning to do, learning to know, learning to be, learning to live together.
  5. Emosi positif,  ini sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa, perasaan seseorang sangat menentukan kuntitas dan kualitas hasil belajarannya.

Hampir sama dengan accelerated learning, ada beberapa perinsip yang dianut dalam pembelajaran aktif :

  1. Belajar siswa aktif. Yang diharapkan aktif dalam peroses pembelajaran adalah siswa bukan guru, siswalah yang diharapkan secara aktif menemukan pengetahuaan dengan cara mengalami, menghayati, merasakan dan meyakini secara langsung materi pembelajaran.
  2. Belajar koperatif dan kolaboratif. Artinya pembelajarn bebasis kerjasama
  3. Parsipatorik. Siswa belajar dengan cara melakoni sehingga dengan cara ini terjadi proses pembentukan sikap, karakter dan pembiasaan.

            Lebih jelasnya, antara pendekatan pembelajaran kovensional dan pendekatan pembelajarn Aktive Learning dapat ditarik beberapa perbedaan, yaitu:

Pembelajaran KonvensionalPAIKEM
Berpusat pada guruBerpusan pada anak didik
Menekankan pada pusat penerimaaan pegetahuaanPenekanan pada penemuan pengetahuaan
Kurang menyenangakanSangat menyennagkan
Kurang meberdayakan semua indra dan potensi ananak didikMemberdayaakn pada semua indra dan potensi anak didik
Menggunakan metode yang monotonMenggunakan variasi metode
Penggunaan media yang terbatasMenggunakan multi media
Kurang menyesuaikan dengan konteksMenyesuaiakn dengan konteks

###

Ditulis oleh:

Ahmad Fatoni (8820120002), Mahasiswa UNIQHBA

Menikah di Bawah Umur

Menikah di bawah umur adalah suatu permasalahan yang harus bena-benar kita perhatikan imbasnya. Hal ini tidak hanya merugikan diri sendiri ataupun keluarga saja, namun berimbas juga kepada negara. Menikah di bawah umur merupakan suatu hal yang tidak baik bagi kesehatan, terlebih bagi seorang perempuan, karena menikah di bawah umur akan mengakibatkan keseimbangan kesehatan yang akan terganggu. Salah satu buktinya adalah operasi sesar bagi wanita yang belum siap menampung janin di dalam rahimnya.

Selain dari sisi kesehatan, hal-hal yang memang menjadi sebuah perbincangan hangat dalam kehidupan masyarakat adalah banyaknya pemuda dan pemudi yang memiliki hubungan tidak harmonis ketika berumah tangga. Acap kali mereka bertengkar karena permasalahan-permasalahan yang sepele. Bahkan banyak di antara mereka yg menikah di bawah umur tidak bisa menjadi keluarga yang semesti mereka jalankan, mereka sering kali bertengkar sehingga mereka tidak sadar dengan apa yang semestinya dilakukan keluarga dalam suatu rumah tangga. Hal ini terjadi karena mereka membangun sebuah rumah tangga dengan kesiapan yang belum matang, banyak diantara mereka yang bercerai hingga harus kembali menjadi beban keluarga.

Selain hal itu, menikah di bawah umur juga berimbas kepada negara. Mereka yang belum mempunyai kesiapan membangun rumah tangga tidak mempunyai pekerjaan. Angka pengguran menjadi meningkat dan data rakyat miskin menjadi semakin bertambah. Dari persoalan tersebut mereka banyak yang disejahterakan oleh negara. Tentu saja, itu juga suatu hal yang sangat jelas menghabiskan uang negara. Berapa persen anggaran negara harus keluar untuk mereka yang menjadi rakyat miskin dan menjadi beban negara.

Harapan kedepanya, semoga pendidikan menjadi suatu hal yang diprioritaskan bagi pemuda. Semoga orang tua akan selalu tegas dengan persoaalan yang demikian. Harapan selanjutnya, semoga pemerintah daerah berperan tegas dalam hal tersebut agar kehidupan bermasyarakat menjadi harmonis, pengangguran akan berkurang, angka kemiskinan menurun dan semoga pendidikan selalu menjadi prioritas.

###

Ditulis oleh:

Fadlil Azim (8820120013), Mahasiswa UNIQHBA

Sebelum Lebaran

Dalam perjalanannya, perayaan hari raya idulfitri selalu khas di setiap tahunnya. Kekhasannya ini terlihat dari bentuk perayaan yang dilakukan selama lebaran. Ada perbedaan mendasar tentang laku setiap masing-masing orang di saat lebaran. Oh iya, mengapa hari raya idulfitri disebut lebaran? Sampai saat ini, masih menjadi pertanyaan. Setidaknya, bagi orang yang malas mencarinya. Tentunya, perkembangan teknologi selalu menjadi salah satu faktor besar perubahan yang terjadi.

Kembali kita mengingat di beberapa tahun yang lalu.

Setiap sehari sebelum lebaran, handphone setiap orang sibuk mengirim dan menerima pesan singkat atau SMS (Short Massage Services). Jumlah kata dibatasi sehingga tidak bisa berpanjang lebar. Jika tidak, tentu yang sampai adalah setengah dari SMS yang dikirim. Gambar? Tentu belum ada layanan pengirimannya untuk handphone jaman dulu. Dengan smartphone, bisa. Namun hanya orang-orang tertentu yang memilikinya. Kebanyakan orang belum punya. Pilihan lainnya jika saat itu tidak punya pulsa ialah mendatangi langsung teman-teman kita. Atau, mengirimkan kartu-kartu ucapan yang banyak gambarnya sudah default gambar standar.

Kini, beberapa tahun dari waktu itu, zaman terus berkembang. Pemilik smartphone semakin banyak. Semua menjadi semakin mudah. Semua bisa kita dikendalikan melalui layar sentuhnya. Atau mungkin kita yang dikendalikannya?. Semoga tidak, terlalu. Pesan gambar, video atau pun suara sudah bisa terkirim. Tinggal menyiapkan kuota internet dan apa yang ingin dikirimkan.

Pertanyaannya, apakah sehari sebelum lebaran di tahun-tahun lalu kalah seru dengan dibanding saat ini? Apakah perubahan ini bisa membuat lebaran di tahun ini menjadi seru? Mana yang lebih indah, ketika menerima dan mengirim SMS atau menerima dan mengirim ucapan melalui pesan suara, video atau gambar?

Tentu jawaban pertanyaan di atas tidak akan memiliki satu jawaban. Setiap orang punya pengalaman masing-masing. Setiap zaman punya kekhasan masing-masing. Yang terpenting, di setiap lebaran, kita semua hendaknya bisa saling memaafkan seperti harapan setiap orang. Walaupun, lebarannya masih di keesokan harinya. ^^

Jadi, mengapa idulfitri memiliki nama lain lebaran? Silahkan, dicari sendiri saja, ya, jawabannya. Minal ‘aidin walfaizin.

Batu kuta, 30 Ramadhan 1442H

Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Learning Cycle 5E

Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang dimiliki setiap orang untuk menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik untuk mengetahui suatu permasalahan dangan melibatkan evaluasi bukti akhir. Berpikir kritis sangat berperan dalam proses pembelajaran siswa karena dapat meningkatkan prestasi siswa dan menunjang keberhasilan pada proses pembelajaran. Dikutip dalam buku karangan Sapriya bahwa tujuan berpikir kritis ialah untuk menguji suatu pendapat atau ide, termasuk dalam proses ini adalah melakukan pertimbangan atau pemikiran yang didasarkan pada pendapat yang diajukan. Berdasarkan fakta di atas, ada beberapa acuan indikator seusia yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan di kelas IV MIN se-kabupaten Lombok Tengah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang sesuai dengan pembelajaran meliputi :

  1. Memfokuskan pertanyaan.
  2. Menganalisis argument atau siswa dapat mengeluarkan pendapat.
  3. Bertanya dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan dan tantangan.
  4. Mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi dengan guru setelah proses pengamatan selesai.
  5. Mempertimbangkan hasil yang didapatkan saat meneliti dan mengecek ulang agar lebih akurat.
  6. Membuat dan mempertimbangkan nilai keputusan.
  7. Mendefinisikan istilah dengan melihat buku panduan atau buku pelajaran.
  8. Mengidentifikasi asumsi.
  9. Memutuskan suatu tindakan.
  10. Berinteraksi dengan orang lain.

Dalam proses pembelajaran yang mengacu pada indikator tersebut terdapat hasil post-test kemampuan berpikir kritis siswa sebanyak 6,89 yang dinyatakan meningkat dari hasil sebelumnya yaitu pre-test sebanyak 3,26. Hasil ini menandakan bahwa pembelajaran menggunakan model inkuiri berbasis learning cycle 5E yang menuntut untuk siswa lebih mandiri dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama terhadap kelas eksperimen.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, model inkuiri berbasis learning Cycle 5E juga bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan proses pembelajaran. Dan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan model inkuiri berbasis learning Cycle 5E digunakan angket berpikir kritis dengan hasil sebagai berikut :

Yang memilih sangat setuju (SS) berjumlah 18 orang.

Setuju (S) 12 orang.

Tidak setuju (TS) 5 orang, dan

Sangat tidak setuju (STS) 3 orang.

Dari hasil tersebut sudah jelas bahwa menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis learning Cycle 5E disukai oleh siswa dan sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran.

###

Ditulis oleh:

Wardiati, Mahasiswa UNIQHBA.

Implikasi Model Pembelajaran Inkuiri dalam Lingkungan Sekolah

Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri merupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah dan kritis pada diri siswa, sehingga siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan berbasis learning cycle 5E diberikan kepada kelas eksperimen.

Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV MIN se-kabupaten Lombok Tengah, model pembelajaran inkuiri dengan berbasis learning cycle 5E sangat berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Dalam buku Nur Ma’arifa, berfikir kritis adalah sebuah keterampilan yang penting, sebab membantu dalam membuat keputusan dan memecahkan masalah. Berfikir kritis adalah aktivitas mental yang dilakukan untuk mengevaluasi kebenaran sebuah pernyataan. Umumnya evaluasi berakhir dengan keputusan untuk menerima, menyangkal, atau meragukan kebenaran pernyataan yang bersangkutan. Hal ini bisa diamati berdasarkan hasil keseluruhan pre-test dan post-test.

Adapun hasil pre-test yang diperoleh oleh dua kelompok menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen yaitu 3,26 dan nilai rata-rata kelompok control yaitu 3,62. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kelompok berawal pada kondisi yang sama. Sedangkan hasil post-test kedua kelompok pada materi struktur dan fungsi bagian tumbuhan menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen yaitu 6,89 dan nilai rata-rata kelompok control yaitu 4,72. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut, terlihat jelas bahwa kelompok yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri berbasis learning cycle 5E mampu meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa yang cukup berbeda dan dapat meningkatkan hasil belajar IPA daripada kelompok yang pembelajarannya tanpa menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan berbasis learning cycle 5E.
Pada kelompok eksperimen, selama pembelajaran berlangsung, keaktifan tiap siswa lebih maksimal jika dibandingkan dengan kelas kontrol. Dalam pembelajaran secara lebih maksimal, melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan proses pembelajaran juga berlangsung dengan tenang, tidak ada siswa yang ramai sendiri.
Berbeda dengan pembelajaran konvensional yang siswa hanya melihat dan mendengarkan penjelasan guru sehingga tidak terlihat adanya keaktifan siswa.
Sedangkan dalam model pembelajaran inkuiri dengan berbasis learning cycle 5E ini memberikan pengaruh dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa yang didapat dari hasil tes yang telah diberikan. Pengetahuan tersebut dilihat dari perbedaan hasil tes yang diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil tes kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol.

###

Ditulis oleh:

Syahrul Mubarok, Mahasiswa UNIQHBA.

Indonesia Nanggala dan TNI Angkatan Laut

Indonesia adalah negara maritim yang sebagian besar wilayahnya ditutupi oleh lautan, namun mirisnya kita hanya memiliki 5 kapal selam saja. Bayangkan, laut Indonesia yang begitu luas hanya dijaga oleh 5 kapal selam saja, sedangkan salah satunya (kapal KRI NANGGALA 402) telah dinyatakan tenggelam pada tanggal 24 April 2021. Yang tersisa kini tinggal 4 kapal, yaitu: KRI CAKRA 401, KRI NANGGAPASA 403, KRI ARUDEDALI 404 dan KRI CAKRA 405. Sebagai informaski kapal selam KRI CAKRA 401 tidak dioperasikan lagi karena sedang docking di PT PAL Surabaya. Jumlah ini jelas tidak sebanding untuk melindungi wilayah perairan Indonesia yang begitu luas.

Indonesia sudah dimasukkan oleh Global Fire Power kedalam urutan ke 25 soal kepemilikan kapal selam di dunia. Keadaan Indonesia ini masih kalah jauh dengan Cina yang memiliki 79 kapal selam, Amerika Serikat yang memiliki 68 kapal selam, Rusia 64 kapal selam, Korea Utara 36 kapal selam, Iran 29 kapal selam, Jepang 20 kapal selam, India 17 kapal selam, Turki 12 kapal selam, dan Inggris 11 kapal selam. Dengan wilayah sebesar Indonesia kita hanya mengandalkan 5 kapal selam untuk menjaga perairan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Padahal Inggris, Turki, Jepang, Korea Utara, India, Rusia saja yang luas wilayah perairannya lebih kecil dari pada Indonesia memiliki belasan hingga puluhan kapal selam.

Menurut staf Angkatan laut ( KSAL) periode 2012-2014, Laksamana (purn) Marsetio, “NKRI seharusnya memiliki 25 kapal selam untuk menjaga choke point masuk ke wilayah negara kita”. Selanjutnya, jenis kapal permukaan menurut kepala dinas penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, “Seharusnya Indonesia memiliki 300-400 kapal perang untuk menjaga nusantara. Jumlah ini sangat jauh bila dibandingkan dengan 225 kapal yang sudah dimiliki Indonesia. Untuk menambah alusista ini, Indonesia memiliki PR yang cukup banyak. Laksamana panglima TNI Manahan Simorangkir juga melanjutkan “Kekuatan militer laut Indonesia paling tidak harus memiliki kapal-kapal sebagai berikut: kapal pengangkut pesawat, kapal perusak, kapal fregat, kapal korvet, kapal selam, kapal patroli dan kapal penyapu ranjau”.
Sedangkan Indonesia masih belum memilik kapal pengangkut pesawat. Bayangkan saja jika Cina bentrok dengan laut natuna yang jauh dari daratan dan Indonesia segera membutuhkannya untuk menerbangkan pesawat darurat, sedangkan kita belum punya kapal pengangkut pesawat.

Kapal selam Indonesia juga perlu untuk ditambah dengan alasan alasan yang logis antara lain:

Untuk menyeimbangkan fostur jumlah kekuatan kapal di permukaan

Kapal selam memiliki efek penggetar dan memiliki kekuatan tempur yang tidak dimiliki oleh kapal permukaan, kapal permukaan lebih rentan terkena sasaran musuh, karena bodynya otomatis terlihat dari atas laut. Sedangkan kapal selam itu bisa bergerak senyap di bawah air dan mampu melakukan penetrasi jarak jauh.

Negara yang termasuk ke dalam ranking 10 besar dunia.

Semoga Indonesia bisa segera menambah kapal selam sehingga AL kita semakin kuat.

Turut berduka cita atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 dan gugurnya 53 prajurit terbaik bangsa. Tragedi ini sekaligus menampar kita untuk membuka mata dan terbangun dari tidur panjang. Sudah waktunya nusantara kembali ke jati dirinya sebagai bangsa maritim yang tangguh dan berkuasa. Karena kita adalah mecusuar dunia. Jelas Veva Jayamahe.

###

Ditulis oleh:

Rita, Mahasiswa UNIQHBA.

Pentingkah Berada di Lingkungan yang Baik dan Sehat?

Rasa sedih ataupun kesepian adalah hal yang sangat manusiawi dirasakan setiap orang. Rasa sedih tersebut juga adalah emosi yang sangat umum bisa dirasakan setiap orang. Tapi kembali lagi pada diri kita sendiri bagaimana cara kita untuk menerima kesedihan tersebut. Bahkan, kita pun bisa ada pada titik dimana rasa sedih itu sangat sakit sehingga kita harus menumpahkan air mata.

Seperti hal nya kisah Kalila seorang Mahasiswa universitas swasta yang mengalami kesedihan yang sangat mendalam akibat ucapan ataupun tindakan teman kecilnya.
“Saya baru sadar kalo mereka toxic, dulu pas masih kecil saya emang sering dibully, diolok-olok, dan diperintah beliin mereka makanan biar boleh ikut main sama mereka. Yang namanya kita masih kecil, masih iya-iya saja digituin, walaupun sering nangis karena ga boleh main sama mereka.
Pas SMP-SMA malah mereka yang sering nyariin saya ngajak main. Dari sana saya mikir mungkin udah besar jadi udah berubah ya. Tapi ternyata tidak. Kejadian masa kecil tetap terulang dan saya selalu jadi bahan tertawaan dan olok-olokan mereka lagi”, kata wanita 20 tahun itu.

Rasa sedih dan stress setiap kali kumpul dengan temannya terkadang tidak bisa dihindari. Sampai akhirnya, Kalila bertemu dengan teman yang baik di kampusnya. Mereka sangat positif dan selalu mendukung hal baik yang di lakukan.
“Sekarang saya beruntung bisa mendapat teman yang baik, mereka selalu memberi semangat, tidak pernah menghakimi saya dan siap mendengarkan saya”
Tetapi mahasiswa ini mengaku kadang masih bertemu dengan teman masa kecilnya itu
“Iya saya kadang diajak main, tapi sekarang lebih membatasi waktu sih, kalau udah ga ada pembahasan yang baik, saya memilih langsung pulang ke rumah untuk melindungi diri saya.”

Dari kisah tersebut, kita bisa belajar bahwa kita harus memilih lingkungan pertemanan yang baik dan tidak masalah jika kita harus kehilangan teman untuk mendapat teman yang lebih baik dan berkualitas. Jika kita merasa lingkungan pertemanan kita tidak membawa suatu hal yang positif dan hanya merugikan kita, akan lebih baik jika kita meninggalkan lingkungan tersebut.

Manfaat Berada di Lingkungan Pertemanan yang Sehat

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjalin relasi yang sehat bisa membawa banyak manfaat baik dalam hidup kita terutama kesehatan mental. Adapun manfaat lainnya seperti:

  1. Mengingatkan kita untuk terus berbuat baik
    Jika setiap hari bergaul dengan orang yang positif maka pastinya kita menyaksikan sendiri bagaimana kebaikan hati lewat perbuatan nyata nya. Ia tidak perlu banyak mengucapkan kata-kata untuk mengingatkan kita untuk berbuat baik.
  2. Menularkan kebiasaan baik
    Jika teman baik kita taat beribadah maka kita juga akan tertular untuk melakukan hal yang sama.
  3. Mempunyai energi yang selalu positif
    Mempunyai lingkungan yang baik dan sehat bisa membawa energi dalam hidup. Jika lingkungan kita selalu memancarkan aura yang positif, maka tentunya kita akan ikut terbawa aura positif dan berlomba-lomba melakukan hal positif.

###

Ditulis oleh Luluk Auliya

Runtuh Lebaran

Meruntuhkan sesuatu, secara umum untuk tidak mengatakan semua, lebih mudah dibandingkan membangun sesuatu.

Sebuah rumah yang dibangun bertahun-tahun, bisa diruntuhkan dalam waktu beberapa jam saja. Jika menggunakan alat berat, mungkin hanya beberapa menit saja. Sebuah gedung bertingkat juga memiliki keadaan yang sama. Lebih mudah menghancurkannya. Jadi mari tidak membanggakan apa yang kita miliki. Kita jaga dengan baik. Semuanya dariNya, IA bisa mengambilnya kapan pun.

Keadaan manusia juga sama. Citra diri dan n ama baik setiap orang juga sama. Nama baik setiap orang yang dikenal baik selama bertahun-tahun, bisa rusak hanya karena melakukan sebuah kesalahan sekali saja.

Secara logika, kan kita sebenarnya tidak adil sekali. Kita hanya melihat kesalahan yang dilakukannya saja, tanpa memikirkan kebaikan yang dilakukannya selama bertahun tahun. Kita memang lebih sering tidak adil, sebagai manusia.
Coba pikirkan baik-baik. Seberapa besar sih kesalahannya sehingga kita langsung melabel ia tidak baik?.

Tapi yaa, namanya juga manusia. Kita lebih senang melihat kesalahan orang lain yang hanya sedikit dibandingkan kebaikannya yang lebih banyak. Mari belajar tidak mewajarkan nya.
Sudah lah, kita belajar melihat kebaikan orang lain.


Dugaan saya:
Jangan-jangan, kita lebih senang melihat keburukan orang lain agar kita punya pembenaran bahwa kita lebih baik?

Jangan-jangan, kita lebih melihat keburukan orang lain dan malah mencari-carinya karena kita tidak dapat kebaikan darinya?

Jangan-jangan, kita senang melihat keburukan orang lain karena kita sadar bahwa kita lebih buruk darinya?


Kita punya keburukan kita sendiri. Orang lain punya keburukannya sendiri. Fokus perbaiki keburukan kita dengan yang lebih baik. Sedapat mungkin kita berusaha menutupi aib saudara-saudari kita, sambil saling menasehati jika kita punya hak.

Runtuh dan terbangun itu akan saling bergiliran dalam hidup. Jadi biasa saja lah. Yang penting tetap perbaiki diri.

Tradisi masyarakat Jepang, jika ada cangkir yang retak, maka mereka akan menambalnya dengan emas, menambalnya dengan yang terbaik.
Keburukan kita juga seharusnya sama. Kita ganti dengan yang lebih baik.
Semoga kita bisa. Mari saling memaafkan sebelum lebaran.

###Repost